"Selain nama yang mirip-mirip, kami juga minta rekening yang mencurigakan diperiksa. Sesuai kesanggupan PPATK yang meminta waktu dua minggu ," kata Ketua pansus angket Century Idrus Marham membacakan kesimpulan rapat antara PPATK dengan Pansus Century di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/12/2009).
Untuk mempercepat respon terhadap data pemberian PPATK dan BPK, pansus berharap bisa memberikan laporan perkembangan secepatnya. "Kami usahakan progress report bisa hari ini, makanya kita akan diskusi secara mendalam bagaimana menyikapi temuan pada rapat konsultasi dengan BPK dan PPATK," papar Gayus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Anggota pansus angket Century Ahmad Yani berharap penegak hukum segera mengambil tindakan tegas terkait skandal Century. Tidak perlu penyidikan lagi karena bukti setoran BPK dan PPATK sudah jelas.
"Pihak penegak hukum tidak perlu lagi penyidikan tapi masuk tahap dua penyelidikan karena bukti permulaan sudah jelas," kata Yani dalam rapat internal pansus Century di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/12/2009).
Yang dimaksud bukti permulaan oleh politisi PPP adalah data baru yang diserahkan BPK dan PPATK. Kedua data itu menurut Yani sudah sangat jelas mengarahkan ada indikasi pidana. "Ada dua alat bukti permulaan dari BPK dan PPATK dan sudah jelas semua," Yani.
(van/yid)











































