Buyung: Tifatul Harus Dengarkan Nasihat Senior

Buyung: Tifatul Harus Dengarkan Nasihat Senior

- detikNews
Kamis, 17 Des 2009 16:55 WIB
Buyung: Tifatul Harus Dengarkan Nasihat Senior
Jakarta - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Adnan Buyung Nasution kecewa dengan sikap Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Tifatul Sembiring. Tifatul diminta untuk mendengarkan nasihat senior. Jika tidak, maka Tifatul akan dianggap orang sebagai pembantu koruptor.

"Itu nasihat senior. Kalau dia nggak dengar nasihat saya, dia akan dilihat orang sebagai pembantu koruptor," ujar Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Adnan Buyung Nasution pada detikcom, Kamis (17/12/2009).

Dijelaskan Buyung, ucapannya adalah dalam konteks corruptor fight back jika Tifatul tetap meneruskan pembuatan Rencana Peraturan Pemerintah (RPP) Penyadapan yang akan ikut membatasi wewenang Komisi Pemberantasan Korupsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Buyung menjelaskan dalam konteks itu, maka harus dibaca jangan-jangan Tifatul menjadi juru bicara koruptor. Karena koruptornya diam, Tifatul yang maju ke depan. "Saya pakai istilah jangan-jangan, itu kan berarti wanti-wanti," jelasnya.

Buyung mengimbau Tifatul untuk belajar pada dia sebagai senior yang terlebih dahulu membuat UU KPK. Buyung menceritakan, sebelum pihaknya menjadikan sebuah UU, maka dia dkk menyosialisasikan dahulu ke berbagai forum, seperti forum universitas, LSM, dan lainnya untuk mendapatkan feedback dari masyarakat.

"Itu kalau dia pintar, arif, dan bijaksana. Jangan hanya terbatas apa maunya pemerintah. Karena kalau dari pemerintah saja itu pendekatan yang salah dan otoriter. Pendekatan itu harus dengarkan aspirasi rakyat. Ini kan transparasi publik, dia mesti ingat prinsip-prinsip bernegara," ucapnya.
(amd/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads