"Saat ini sedang ada pertemuan perwakilan 15 mahasiswa di Grand Indonesia.
Karena ketua yayasan ngantor di sana," kata Zahra, Mahasiswa D3 Manajemen
Angkatan 2007 dalam orasinya di depan kampus, Jl Perbanas, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta, Kamis (17/12/2009).
Pertemuan yang dilakukan di luar kampus tersebut sontak membuat mahasiswa
kecewa. Mereka menilai, ketua yayasan tak bertanggungjawab karena tak berani menemui di kampusnya sendiri. "Ini sebuah bentuk ketakutan," tambahnya.
Aksi ini merupakan aksi terbuka kedua. Setelah pertamaa kali pada Selasa 15 Desember lalu. Aksi tersebut terpaksa dilakukan setelah pihak kampus dan mahasiswa bertemu secara kekeluargaan sebanyak 6 kali namun semuanya menemui jalan buntu.
Ratusan mahasiswa tersebut menebar bunga kematian di depan kampus sebagai
simbol kematian kebijakan kampus. Mereka juga membakar ban bekas dan membuat grafiti serta menempel poster yang berisi kecaman kebijakan kampus. Hingga saat ini, aksi masih terus berlangsung dengan menggelar mimbar bebas. (asp/nwk)











































