Kakak tersangka, Sutini mengatakan, peristiwa pembunuhan Marlis (35) diketahui setelah mendengar jeritan anak tersangka, Ayu Marwati (12) pada Kamis dinihari. Pelajar kelas 1 SMP tersebut menjerit histeris akibat melihat ayah kandungnya menggorok leher ibunya menggunakan parang.
"Kami terkejut dengar anaknya menjerit subuh. Karena rumah kami berdekatan, kami langsung melihat apa yang terjadi. Saya terkejut lihat adik saya sudah tergeletak bersimbah darah di ruang tamu," kata Sutini.
Sutini juga mengatakan, kejiwaan tersangka terlihat labil dua bulan terakhir. Tersangka selalu menghabiskan waktunya dengan berdiam diri dan terkadang bicara sendiri.
Perbuatan pelaku membuat warga sekitar marah. Warga kemudian berupaya menangkap pelaku secara beramai-ramai. Namun pelaku berhasil melarikan diri dari dalam rumah menuju kegelapan malam ke arah belakang rumah. Akibatnya, warga kehilangan jejak.
Tidak putus asa, warga kemudian melakukan pencarian dengan menggunakan lampu seadanya. Baru kemudian diketahui pelaku bersembunyi di atas pohon kelapa. Hingga Kamis siang warga dan petugas sedang membujuk tersangka untuk turun. (rul/djo)











































