Gerobak-gerobak disiapkan untuk membawa material bangunan itu untuk membangun rumah ditempat baru.
"Saya di sini cuma ngontrak tanah. Disuruh pergi ya pergi. Sudah dapat tanah pengganti di Kalimalang," kata Sodikin (36), salah satu penghuni yang berprofesi sebagai pemulung.
Bangunan tersebut berdiri diatas proyek BKT 'Paket 255'. Secara
administratif masuk RT 7/ RW 6 Pondok Kelapa, Duren Sawit. Mereka menempati lahan sepanjang 300 meter dan tinggal satu-satunya area yang belum dikeruk.
Hanya saja, pemilik tanah masih bersikeras untuk mempertahankan karena
mengaku belum dibayar ganti rugi. Tetapi mereka memilih berjuang lewat jalur hukum daripada menggunakan kekerasan melawan petugas di lapangan.
"Percuma kita melawan. Jumlah mereka lebih banyak. Lewat pengadilan saja,"
ucap Kidan (65), salah satu pemilik tanah.
Bila 'Paket 255' ini selesai dikeruk, dipastikan akhir Desember BKT sudah
mengalir sampai laut Jakarta. BKT merupakan salah satu upaya untuk
meminimalisir ancaman banjir di area Jakarta Timur dan sebagian Utara.
Wilayah yang akan terbantu bebas dari banjir seperti Kebon Nanas, sebagian
Kampung Melayu, Kelapa Gading hingga Sunter.
(Ari/nwk)











































