"Ya salah itu. BIN harus mengklarifikasi apakah benar informasi itu diberikan BIN kepada Ruhut," ujar pengamat intelijen UI, Makmur Keliat, dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (17/12/2009).
Menurut Makmur, informasi intelijen yang dimiliki oleh BIN tidak semuanya bisa dibeberkan ke publik. Ada klasifikasi tertentu informasi intelijen yang hanya bisa disampaikan kepada kepala negara yakni yang menyangkut hal penting keamanan negara.
Sehingga menurutnya kalau informasi tersebut bisa sampai ke yang bukan usernya, apalagi kepada politisi partai penguasa, hal itu patut dipertanyakan.
Β
"Kalau informasi itu dari BIN, berarti ada kesalahan dari BIN," jelasnya.
Sebaliknya dia menilai, jika BIN tidak memberikan informasi itu kepada Ruhut, maka politisi Partai Demokrat itu dianggap hanya memberikan informasi asal dan memberikan pernyataan tanpa landasan.
Sebelumnya, Ruhut mengatakan adanya mantan menteri yang berkhianat untuk menjatuhkan pemerintahan SBY lewat serangkaian aksi demonstrasi yang terjadi belakangan ini. Mantan menteri tersebut juga diduga mendanai aksi-aksi tersebut. "Ada beberapa. Sudah tidak menjadi menteri lagi, karena dia tidak jadi menteri," kata Ruhut. (Rez/nrl)











































