Antasari: Saya Minta Obat Antibiotik, Bukan Meniko

Rekaman Antasari-Sigid

Antasari: Saya Minta Obat Antibiotik, Bukan Meniko

- detikNews
Kamis, 17 Des 2009 06:10 WIB
Antasari: Saya Minta Obat Antibiotik, Bukan Meniko
Jakarta - Pembicaraan antara terdakwa mantan Ketua KPK Antasari Azhar dan Sigid Haryo Wibisono pada Februari 2009 tidak seluruhnya serius. Ada saatnya, pembicaraan itu diselingi dengan guyonan ringan.

Seperti misalnya ketika seorang yang diduga sekretaris Sigid, Setyo Wahyudi, masuk ke ruang pertemuan sambil membawakan antibiotik. Yudi pun menyerahkan antibiotik itu dengan bahasa semi jawa.

"Meniko citromag antibiotik!" kata Yudi seperti tertuang dalam transkrip pembicaraan di rumah Sigid, Jl Pati Unus, Kebayoran, Jakarta Selatan, yang diperoleh wartawan, Rabu (16/17/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Antasari yang orang Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), lantas menggoda Yudi. "Lho kan saya minta obat antibiotik, bukan 'meniko'. Ha ha ha," canda Antasari.

"'Meniko' itu, (artinya-red) 'ini adalah', Pak," jelas Yudi yang kembali disambut tawa Antasari.

"Mohon izin, sehari satu kali, pak," Yudi menjelaskan aturan minum antibiotik itu.

Layaknya dokter, Sigid pun ikut nimbrung memberitahu aturan pakai obat yang akan ditelan Antasari.

"Langsung diminum saja. Diminum satu, besok satu, sudah. Besok sore satu," kata Komisaris PT Pers Indonesia Merdeka (PIM) yang kini telah tutup itu.

"Diminum mas, obatnya. Udah diminum, istirahat, besok sehat!" sarannya.

"Iya," timpal Antasari.

Di awal pembicaraan Sigid sudah menawari Antasari untuk minum antibiotik tersebut. Kendati berupaya tetap melucu, Antasari tampaknya kurang sehat dan mengalami tekanan psikologis. Antasari sempat mengeluh pusing kepala dan batuk-batuk di sela-sela pembicaraan.

"Pusing kepala saya," cetus mantan Direktur Penuntutan Kejaksaan Agung (Kejagung) itu kemudian batuk lagi satu kali.

Saat pembicaraan hendak diakhiri, Antasari berpamitan pulang untuk istirahat. Dia mengaku sebenarnya tidak konsen menghadapi semuanya.

"Nggak konsen semuanya," ujar Antasari.

Jaksa mendakwa Antasari merancang pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen di antaranya melalui pertemuan tersebut. Ide itu muncul akibat teror yang diterimanya dan juga keluarganya dari Nasrudin dan Rhani Juliani. Menurut Jaksa, saat itulah Antasari dan Sigid men-setting pelenyapan nyawa Nasrudin dengan skenario perampokan.

(irw/Rez)


Berita Terkait