Kasus yang terbaru ini terjadi di sela diskusi yang bertajuk "Angket Century, SBY Jatuh?" di Wisma Intiland, Jl Sudirman, Jakarta, Rabu (16/12/2009). Ruhut bertindak sebagai panelis dalam diskusi siang ini.
Kejadian bermula dari pemaparannya mengenai kasus bailout Bank Century. Ruhut menyatakan sebenarnya kasus skandal dana talangan pemerintah kepada bank banyak terjadi di era Presiden Megawati Soekarnoputri, tetapi tidak semuanya diikuti dengan penyelesaian hukum dan politik seperti sekarang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan keras itu nampaknya dinilai terlalu keras oleh Adi, salah seorang peserta diskusi. Maka pada sesi tanya jawab, pria yang menolak menyebutkan identitasnya itu langsung menyampaikan keberatannya.
"Bang Ruhut, saya mohon mencabut kata-kata soal etnis tadi. Bagi saya lebih baik orang China daripada pribumi yang korupsinya lebih banyak. Ingat di pemilu kemarin Bang Ruhut sudah berbuat salah dengan mengungkit soal SARA, jangan sampai diulangi lagi," gugat Adi.
Peringatan tersebut rupanya disalahpahami oleh Ruhut. Pria paruh baya itu pun langsung menyambarnya dengan nada penuh emosi.
"Kamu itu siapa kok ngomong seperti itu? Saya minta kamu keluar (ruangan)! Kalau kamu tidak keluar, saya yang akan keluar. Saya tamu yang diundang ke sini. Saya punya harga diri, tidak mau dipermalukan begini. Lebih baik saya keluar!" gertaknya.
"Saya tidak mau keluar. Anda yang harusnya keluar!" balas Adi tidak kalah sengit.
Tanpa berkata-kata, Ruhut pun langsung beranjak menuju pintu keluar. Meski moderator dan panita memintanya tidak meninggalkan ruangan, dia berkeras keluar dan tidak menggubrisnya.
Melihat keributan tersebut, Permadi yang juga hadir sebagai pembicara itu pun spontan berpartisipasi 'memeriahkan' suasana. "Ah... dia itu keluar karena takut nggak bisa menjawab. Dia takut dibantai di sini," celetuk politisi senior PDIP yang kini bergabung ke Gerindra tersebut.
Peserta diskusi langsung menimpalinya. "Huuu... Takut... Huuu...," ejek mereka kepada Ruhut yang sudah di ambang pintu.
Maka makin bulat saja tekad Ruhut meninggalkan ruangan. Pertanyaan seputar isu mantan menteri yang mendalangi unjuk rasa menurunkan pemerintahan, tidak dia tanggapi. Ia terus keluar dari lobi gedung diskusi.
Ruhut datang terlambat 30 menit ke diskusi yang digelar Forum Umat Islam (FUI). Bahkan di awal diskusi, moderator sempat mengumumkan Ruhut tidak bisa hadir karena sedang mengikuti rapat Pansus Angket Century. Sebelum memulai paparannya, Ruhut juga menyatakan dirinya izin dari rapat untuk menghadiri diskusi siang ini.
(lh/nrl)











































