Bahkan para perwakilan dari sebagian besar negara-negara Afrika meninggalkan ruangan konferensi pada Senin, 14 Desember pagi waktu setempat. Mereka menuding negara-negara maju berusaha menghapuskan Protokol Kyoto. Meski perundingan kembali dilanjutkan di hari itu, namun perbedaan mencolok antara sikap negara berkembang dan negara maju terus mewarnai konferensi PBB tersebut.
Di pekan kedua ini, para perwakilan negara-negara berkembang lebih vokal dibandingkan pekan pertama konferensi. Bahkan mereka tidak menyembunyikan ketidakpuasan mereka atas lambannya kemajuan konferensi. Demikian seperti dilansir Sydney Morning Herald, Rabu (16/12/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inti permasalahan adalah Protokol Kyoto. Negara-negara berkembang ingin memperluas Protokol Kyoto tahun 1997 tersebut yang menerapkan penalti bagi negara-negara kaya jika mereka tidak mematuhi batasan emisi ketat dalam protokol tersebut.
Namun negara-negara maju ingin menggabungkan Protokol Kyoto ke dalam suatu perjanjian baru dengan kewajiban untuk semua negara guna memerangi pemanasan global.
(ita/iy)











































