Sebelumnya,Β jamaah haji gelombang pertama telah kembali ke tanah air sejak 1 Desember 2009 lalu. Sementara jamah haji gelombang dua yang akan pulang lusa mendatang melalui Bandara Madinah, yaitu jamaah haji asal Jawa Barat dari Kloter 45 JKS, Kloter 46 JKS dan Kloter 47 JKS semuanya dari embarkasi Jakarta (Bekasi).
DiΒ samping itu, jamaah lainnya yang pulang melalui Bandara Madinah adalah Kloter 13 MES (embarkasi Medan) dan Kloter 23 JKG (Jakarta-Pondok Gede). Sedangkan, jamaah yang pulang hari pertama melalui Bandara King Abdul Aziz adalah jamaah yang tergabung dalam Kloter 10 BPN (Balikpapan), Kloter 13 BDJ (Banjarmasin), Kloter 21 UPG (Makassar), Kloter 47 SOC (Solo), Kloter 12 PLG (Palembang), Kloter 10 PDG (Padang), dan Kloter 48 SOC (Solo).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jamaah yang pulang melalui Bandara Madinah adalah mereka yang tergabung dalam kloter dari embarkasi Medan, Batam, Jakarta, Bekasi, dan Surabaya. Sedangkan jemaah yang terbang melalui Bandara Jeddah adalah kloter dari Aceh, Padang, Palembang, Solo, Banjarmasin, Balikpapan dan Makassar," kata Cepi usai melepas jamaah haji yang pulang menuju Jeddah di Madinah, siang tadi.
Diungkapkan, pelaksanaan penimbangan dan pengangkutan barang bagasi untuk koper jamaah gelombang kedua dilaksanakan oleh Perusahaan Al-Munief. Penimbangan dilakukan di pemondokan jamaah.
Menurut Cepi, demi keamanan dan keselamatan penerbangan serta memperhatikan terbatasnya daya angkut pesawat, maskapai penerbangan Saudi Arabia Airlines dan Garuda hanya menerima bagasi 1 (satu) buah koper yang dapat diisi maksimum 32 kg dan 1 (satu) buah tas tentengan yang dibawa ke dalam kabin pesawat. Koper dan tas tentengan haruslah yang diberikan oleh pihak penerbangan.
"Koper tidak boleh diisi air Zamzam, kompor, botol sprai atau semprotan, dan barang lain yang dilarang oleh pihak penerbangan, terutama barang yang mudah meledak dan dilarang membawa troli ke dalam kabin pesawat," ujarnya.
Jamaah haji yang membawa barang bagasi atau tas tentengan melebihi ketentuan di atas, diminta mengirimkannya melalui perusahaan kargo dengan biaya sendiri. Diharapkan, pengiriman ini dilakukan saat jamaah masih berada di pemondokan.
(zal/rdf)











































