Demikian pengakuan Putra (47) pegawai yang diminta Lindasari datang menemuinya. Panggilan disampaikan melalui telepon pada sekitar pukul 14.00 WIB, Selasa (15/12/2009).
"Bu Linda memanggil saya, katanya mau curhat. Katanya di sini (Jakarta)nggak ada tempat lagi buat curhat selain saya. Lalu saya bilang 'Oke Bu, saya akan datang'," ujar Putra yang ditemui di lokasi kejadian, Apartemen Istana Harmoni, Jl Suryopranoto, Jakarta Pusat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bekerja dengan Bu Linda sekitar setahun, tugas saya melakukan penagihan. Orangnya nggak suka marah-marah, hubungan kami yang seperti atasan dengan bawahan lah, Mas," jelas Putra yang mengaku asli putra Betawi ini.
Pertemuannya terkahir dengan Lindasari berlangsung pada 10 Desember lalu. Ketika itu Putra datang ke apartemen untuk meminta tanda tangan sejumlah nota tagihan yang nilainya ratusan ribu rupiah.
Ketika dikonfirmasikan mengenai temuan polisi bahwa sebelum tewas sempat marah-marah ditelepon, Putra mengaku tidak bisa menduga-duga siapa yang jadi lawan bicara mantan majikannya itu. Setahu dia Lindasari tidak mempunyai musuh dan saingan usaha.
"Setahu saya juga tidak ada pacar," sambung Putra sebelum pamit untuk menemui polisi di lantai 27 unit G apartemen tersebut. "Saya kemari dipanggil pengelola apartemen, katanya Bu Linda loncat dan meninggal".
(lh/rdf)











































