diperdengarkan di persidangan. Meskipun suaranya tidak terdengar jelas, jaksa meyakini ada skenario pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen dalam rekaman tersebut.
"Satu skenario ada yang merampok, ada yang eksekusi," kata Ketua JPU Cirus Sinaga kepada wartawan di sela-sela sidang dengan terdakwa Antasari di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Selasa (15/12/2009).
"Dari mana bapak tahu ada skenario, suaranya saja tidak jelas?" tanya wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fakta dalam persidangan terungkap kalau Nasrudin ditembak seusia bermain golf di Modern Land, Tanggerang tanpa ada perampokan sebelumnya.
"Perencanaan belum tentu sama dengan praktek," kata Cirus
Menurut Cirus, tidak jelasnya suara dalam rekaman karena alat perekam ditaruh di bawah meja. Jarak antara Antasari juga jauh. "Sehingga yang dominan suara Sigid," katanya.
Pemutaran rekaman ini kata Cirus ada hubungannya dengan perkara. Jika tidak
diputar, hanya ada berkas transkip rekaman tidak ada nilainya. "Berkas transkip tidak ada nilai kalau tidak diputar," imbuhnya.
Dalam persidangan jaksa juga sempat memutar video pertemuan Antasari dengan
Sigid. "Untuk membuktikan pertemuan dengan percakapan itu hubungan antara voice dengan gambar," jelasnya.
Agar rekaman dapat dibuktikan kebenarannya Cirus berencana akan membacakan
transkipnya. "Nanti akan kita bacakan," tandasnya.
(did/rdf)











































