"Kalau Golkar tidak mampu membongkar Century dan hanya digunakan untuk membalas pada individu yang tidak sejalan dengan Golkar, sama saja menggali kuburannya sendiri," kata pengamat politik LIPI Ikrar Nusa Bakti dalam diskusi politik di sekretariat Akbar Tanjung Institute, Jl Pancoran Indah, Jakarta Selatan, Selasa (15/12/2009).
Menurut Ikrar, awal pembentukan hak angket berasal dari Partai Golkar. Menjadi keniscayaan bagi Golkar untuk menutupnya dan menyelesaikan tugas pansus dengan hasil yang manis. "Kalau semua langkah gerak Golkar didasari hanya motif politik mungkin akan mendapat citra yang lebih buruk dibanding Pemilu 2009," jelas Ikrar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari asumsi politik, SBY bisa bertahan. Kecuali pansus angket bisa mendobrak untuk tidak sekedar menjatuhkan Sri Mulyani. Upayanya supaya yang kena RI 2 dan Menkeu," tandasnya.
Sejak awal, Ikrar menuding ada upaya jelas dari sekelompok kekuatan politik yang berniat menjatuhkan SBY. Namun kelompok ini bukan dari pihak oposisi.
"Saya menuduh ada kelompok yang ingin menjatuhkan SBY. Melalui kudeta oleh massa. Niat untuk menjatuhkan SBY, bukan dari oposisi, bukan dari yg selama ini tidak suka, justru dari orang yang suka dia. Karena tidak mendapat jabatan pantas atas hasil pemilu," pungkasnya.
(ape/yid)










































