Ditanya Nama Gubernur BI 2008, Idrus Ngaku Lagi Bego

Tak Mau Sebut Boediono

Ditanya Nama Gubernur BI 2008, Idrus Ngaku Lagi Bego

- detikNews
Selasa, 15 Des 2009 17:44 WIB
 Ditanya Nama Gubernur BI 2008, Idrus Ngaku Lagi Bego
Jakarta - Kehebohan mewarnai ruang rapat pansus DPR yang teretak di lantai 3 , Gedung Nusantara II, Komplek MPR/DPR, Selasa (15/12/2009). Saat itu Pansus Angket Bank Century sedang menggelar jumpa pers untuk merilis nama-nama saksi yang akan diperiksa.

Kehebohan yang dilakukan wartawan itu dipicu oleh Ketua Pansus Idrus Marham yang tidak mau menyebut nama Boediono sebagai salah satu saksi yang akan dipanggil. Padahal, sebelumnya ia sudah mengatakan akan memanggil jajaran BI tahun 2008 terkait Fasilitas Pinjaman Jangja Pendek (FPJP) yang dimohonkan Bank Century saat itu.

"Siapa Gubernurnya waktu itu. Itu wartawan kan sudah tau siapa," kata Idrus yang enggan menyebut nama Boediono setelah didesak puluhan wartawan yang hadir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Wartawan lagi bego," ujar seorang wartawan. Sementara yang lain gemas melihat Idrus yang membalas dengan senyuman. "Saya juga lagi bego," kata Idrus sambil cengar cengir.

Usai saling saut, seorang wartawan bertanya untuk meminta jawaban yang tegas dari Idrus. Ucapannya cukup menyita perhatian dari semua yang hadir karena ia bicara menggunakan pengeras suara.

"Kita mau yang jelas, nanti kita lagi yang disalahkan kalau salah kutip. Bagaimana mau periksa, sebut nama saja takut," kata wartawan disambut riuh tepuk tangan yang lain.

Usai kehebohan itu, Idrus belum juga berani menyebut nama Boediono. Ia lalu mempersilakan Maruarar Sirait, anggota pansus dari F-PDIP, untuk menjelaskan.

"FPJP itu kebijakan dari BI melalui Peraturan Bank Indonesia. Yang mengeluarkan siapa? Tentunya Gubernur BI, Pak Boediono," kata Maruarar yang disambut tepuk tangan. "Setahu saya Boediono itu wapres," seloroh Idrus sambil tertawa.

Ditemui usai jumpa pers, Idrus membantah takut menyebut nama Boediono. Ia berdalih kehebohan sengaja dibuat agar wartawan mendapat berita lain. "Kenapa harus takut, keputusannya diambil bersama kok," kata Idrus enteng.

Idrus juga berdalih penyebutan nama Boediono di akhir sudah diskenariokan, dan itu sudah mendapat persetujuan anggota pansus yang lain.

"Ini kita lakukan, (nama Boediono) dikasih di belakang, biar semua lebih ramai. Anak kecil juga tahu dia Gubernur BI," ujarnya.

Boediono bersama jajaran deputi BI di zamannya akan dipanggil pansus pada Selasa 22 Desember 2009. Sehari sebelumnya, petinggi BI di era Burhanuddin Abdulah juga akan dipanggil untuk menjelaskan proses merger yang melahirkan Bank Century. Anwar Nasution, Miranda Goeltom, dan besan Presiden SBY Aulia Pohan juga masuk dalam daftar pemanggilan.

(lrn/yid)


Berita Terkait