"Sedang diperiksa," kata Kabid Humas Polda Metro, Kombes Pol Boy Rafli Amar saat dihubungi wartawan, Selasa (15/12/2009).
Informasi yang diperoleh detikcom, September 2009 lalu, Rifki terlibat perkelahian dengan teman seusianya sehingga mengakibatkan luka di kepala temannya itu.
Perkelahian dipicu dari perebutan minyak tirisan dari tangki pengangkut minyak. Usai berkelahi, Rifki kemudian melarikan diri.
Beberapa waktu kemudian, polisi berhasil menangkap Rifki di kawasan Bekasi (sebelumnya ditulis Tanjung Priok, Jakarta Utara). Saat hendak dibawa ke kantor polisi, mata Rifki kemudian ditutup.
Kemudian di daerah Sunter Podomoro, Jakarta Utara, Rifki disuruh turun dari mobil polisi yang mengangkutnya itu. Namun, RH justru menembak kaki kanan Rifki. Rifki kemudian ditahan di kantor
polisi dengan peluru yang masih bersarang di kakinya. Karena tidak kunjung dikeluarkan, kaki Rifki kemudian membengkak. Sehingga Rifki kemudian dilarikan ke RS Polri, Jakarta Timur. Keluarga Rifki pun baru mengetahuinya sebulan yang lalu.
Memandang hal itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Wahyono mengatakan akan mendalami dugaan kesalahan prosedur dalam penangkapan Rifki.
"Kita akan dalami. Karena jangan sampai itu menjadi imej buruk bagi Polri," kata Kapolda usai memusnahkan jutaan keping CD bajakan di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta.
(mei/nik)











































