Hingga pukul 15.30 WIB, Selasa (15/12/2009), di posko Jl Langsat I, Kebayoran Baru, Jaksel, jumlah penghitung koin mencapai seratusan orang. Sebanyak 60 orang di antaranya adalah mahasiswa yang datang ke lokasi secara terpisah.
Jumlah terbesar adalah rombongan mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mustopo Beragama. Nampaknya kasus Prita ini menjadi salah satu bahasan dalam kelas mata kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi yang mereka ikuti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lain lagi dengan belasan mahasiswa London School of Public Relation. Mereka mengaku datang dan ikut membantu proses penghitungan bukan atas intruksi dari dosen atau tugas dari mata kuliah tertentu yang sedang diikuti, melainkan spontanitas saja.
"Kita mau membantu saja, kemarin kan kurang orang. Kebetulan tadi kita pulang cepat, dari kampus langsung ke mari untuk membantu. Capek tapi seru," ujar Valencia, mahasiswi semester 3 perguruan tinggi di bilangan Karet, Jakarta Pusat, itu.
Demikian juga dengan tiga orang mahasiswa dari Universitas Buya Hamka. Meski mengenakan jaket almamater, tapi keberadaraan mereka adalah atas nama pribadi dan bukan dari organisasi kampus bersangkutan.
Pada hari ke-dua jumlah relawan penghitung koin terus bertambah. Bila Senin (14/12/2009) kemarin hanya ada satu karpet digelar di halaman posko, maka hari ini ada satu lagi untuk menampung antusiasme warga yang ikut berpartisipasi.
"Nilai koin yang berhasil kita hitung dari kemarin hingga pukul 14.59 WIB adalah Rp 140 juta. Sedangkan yang dihitung di luar posko dilaporkan Rp 304 juta," ujar Daru, petugas posko.
(lh/nrl)











































