"Setiap saat, kita mengecek sampel makanan yang disajikan perusahaan katering. Kita lihat dulu apakah menunya sesuai dengan kontrak yang ditandatangani atau belum. Kemudian kita cicipi masakannya," kata Kepala Seksi Pengawasan Katering Daker Madinah, Arif Nurrawi, kepada wartawan Media Center Haji (MCH) di kantornya, Senin (14/12/2009) malam.
Arif memperlihatkan 12 bungkus nasi sampel yang disajikan perusahaan katering untuk makan malam bagi jamaah. Dari berbagai sampel tersebut, makanan terdiri atas nasi, sayuran, daging atau ayam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Arif, pola kontrol makanan katering seperti ini cukup efektif. Oleh karena itu, kontrol makanan dengan mengambil sampel setiap penyajian akan menjadi pola kerja Daker Madinah.
Β
"Dengan memiliki sampel, kita tahu apakah makanannya terlalu asin, manis, sedang, atau pedas. Kalau memang sudah bagus, kita minta dipertahankan," ujarnya.
Arif menjelaskan, ada 12 perusahaan yang mengerjakan katering haji untuk Indonesia. Hal itu memungkinkan terjadinya persaingan yang sehat di antara mereka. Koki setiap perusahaan dapat menyajikan makanan yang paling berkualitas.
"Ada perusahaan katering yang bagus ikannya, dagingnya, atau masak ayamnya. Sebaliknya, kalau kualitas menu tidak bagus, kita segera minta mereka memperbaiki," pungkas Arif.
(zal/fay)











































