"Kami sudah bertemu secara kekeluargaan. Tiga kali dengan mahasiswa, tiga kali dengan karyawan tapi semua menemui jalan buntu," kata staff perencanaan statistik Perbanas, Paulus Marcianus kepada detikcom di lokasi demo, Selasa, (15/12/2009).
Mahasiswa dan civitas akademika sempat membakar ban bekas. Selain itu juga kursi kelas pun dibakar sebagai simbol buruknya layanan. Adapun karyawan menuntut kesejahteraan seperti bonus dan tunjangan akhir tahun serta dibentuknya organ dalam tubuh kampus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah demo selama 3 jam, civitas akademika pun membubarkan diri. Meski demikian, mereka mengancam akan melakukan aksi lagi jika tidak ada keputusan konkret dari pihak yayasan.
"Kalau tak dipenuhi kesejahteraan karyawan dan fasilitas kampus, kami akan melakukan aksi lebih besar lagi," pungkas salah seorang mahasiswa, Bayu.
(asp/fay)











































