Ditegur Ical Soal Rekaman, Bambang Siap Mundur Jika Didikte

Ditegur Ical Soal Rekaman, Bambang Siap Mundur Jika Didikte

- detikNews
Selasa, 15 Des 2009 12:43 WIB
Ditegur Ical Soal Rekaman, Bambang Siap Mundur Jika Didikte
Jakarta - Anggota Pansus Angket Bank Century DPR Bambang Soesatyo mengaku ditegur oleh Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie perihal rekaman yang ia beberkan saat rapat pansus. Atas teguran itu, Bambang mengaku malah 'melawan' bosnya tersebut.

"Saya malah ditegur oleh ketum kami. Saya katakan saya tidak bisa didikte," kata Bambang sebelum menghadiri audiensi pansus dengan elemen masyarakat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (15/12/2009).

Bambang membeberkan rekaman pembicaraan yang menurutnya antara Sri Mulyani dan Robert Tantular dalam rapat KSSK 21 November 2008. Bambang membeberkan rekaman pada rapat konsultasi pansus Jumat pekan lalu.

Namun demikian, lanjut dia, teguran tersebut tidak sampai pada ancaman penarikan dirinya dari keanggotaan pansus. Bambang pun mengaku siap mundur, jika ada tekanan atas rekaman yang menurutnya adalah hasil kerja Tim 9, inisiator awal hak angket.

"Tanpa diminta, kalau saya mulai diarahkan, ditumpulkan. Kalau pansus  diarahkan untuk tujuan-tujuan tertentu, sukarela saya akan mundur," ujar politisi Golkar ini.

Ia menjelaskan, salah satu alasan mengapa Tim 9 sangat gencar mengusulkan hak angket adalah karena tim mempunyai temuan dan bukti yang cukup kuat. Meski demikian, Bambang masih enggan membuka sumber rekaman yang  menghebohkan 'Lapangan Banteng' tersebut.

"Itu kami rahasiakan, yang jelas ada  masyarakat yang memberi," katanya.

Soal bantahan BPK bahwa rekaman itu berasal dari pihaknya, Bambang mengatakan, "Memang bukan dari BPK."
(lrn/anw)


Berita Terkait