"Saya malah ditegur oleh ketum kami. Saya katakan saya tidak bisa didikte," kata Bambang sebelum menghadiri audiensi pansus dengan elemen masyarakat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (15/12/2009).
Bambang membeberkan rekaman pembicaraan yang menurutnya antara Sri Mulyani dan Robert Tantular dalam rapat KSSK 21 November 2008. Bambang membeberkan rekaman pada rapat konsultasi pansus Jumat pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tanpa diminta, kalau saya mulai diarahkan, ditumpulkan. Kalau pansus diarahkan untuk tujuan-tujuan tertentu, sukarela saya akan mundur," ujar politisi Golkar ini.
Ia menjelaskan, salah satu alasan mengapa Tim 9 sangat gencar mengusulkan hak angket adalah karena tim mempunyai temuan dan bukti yang cukup kuat. Meski demikian, Bambang masih enggan membuka sumber rekaman yang menghebohkan 'Lapangan Banteng' tersebut.
"Itu kami rahasiakan, yang jelas ada masyarakat yang memberi," katanya.
Soal bantahan BPK bahwa rekaman itu berasal dari pihaknya, Bambang mengatakan, "Memang bukan dari BPK."
(lrn/anw)











































