"Saya juga sempat baca majalah Misteri. Ada konglomerat yang mau menyantet saya dengan biaya Rp 150 juta," kata Antasari.
Hal itu disampaikan Antasari sebagai saksi dalam sidang Williardi Wizar di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta, Selasa (15/12/2009).
Sebelumnya salah seorang majelis hakim bertanya kepada Antasari kalau dirinya pernah menyampaikan keluhan kepada Kapolri. Antasari pun menceritakan semua ancaman kepada dirinya mulai SMS teror hingga teror santet.
Tak hanya itu, Antasari juga menyampaikan masalah renumerasi penegak hukum dan suka duka menjadi pejabat negara. "Kejadian di Gran Mahakam juga saya ceritakan ke Kapolri," cetusnya.
Dari keluhan tersebut, lanjut Antasari, Kapolri mengatakan akan membantu dirinya. "Wah pejabat negara tidak boleh diperlakukan seperti itu. Nanti saya bantulah," tuturnya meniru ucapan Kapolri.
(gus/fay)











































