Castro sempat menyambut baik kemenangan Obama. Namun politisi gaek berusia 83 tahun ini berbalik mengkritisi Obama.
Seperti dilansir Reuters, Selasa (15/12/2009), Presiden Venezuela Hugo Chavez membacakan surat dari Castro dalam pertemuan pimpinan berhaluan kiri di Havana, Kuba. Castro menuding AS mendukung kelompok oposan Venezuela untuk melemahkan Chavez.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Castro menuding AS memobilisasi kelompok kanan di Amerika Latin. Targetnya tidak hanya Venezuela, tapi juga berbagai negara berhaluan kiri di region itu.
Castro meskipun mundur dari politik, namun tetap menjadi tokoh di balik layar pemerintahan Kuba. Minggu lalu, Castro meledek Obama yang meraih nobel perdamaian dengan sebutan "Pemenang Nobel Perang".
(fay/iy)











































