Insiden yang menjadi perhatian dunia ini memicu pertanyaan atas kompetensi keamanan pada pria 72 tahun tersebut.
Peristiwa itu "membuktikan lewat cara yang mengkhawatirkan bahwa sistem perlindungan pada kepala pemerintahan tidak efektif dan memiliki celah," kata anggota DPR Carmelo Briguglio, yang juga anggota panel keamanan parlemen, seperti dilansir AFP, Selasa (15/12/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendagri Roberto Maroni menyatakan sistem keamanan pada bosnya baik-baik saja, jauh dari cela.
Sejumlah pemimpin dunia termasuk Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, PM Rusia Vladimir Putin dan PM Inggris Gordon Brown, Kanselir Jerman Angela Merkel dan Paus Benedict XVI mengirim pesan simpati pada Berlusconi.
Menlu AS Hillary Clinton juga menyatakan keprihatinannya saat bertelepon dengan mitranya, Menlu Franco Frattini.
Permintaan perdana Berlusconi pada hari Senin (14/12) adalah melihat halaman pertama koran-koran yang memuat soal penyerangan oleh Massimo Tartaglia yang punya sejarah sakit jiwa selama 10 tahun itu. Foto Berlusconi berdarah-darah mendominasi halaman depan pers Italia. Pemilik klub AC Milan ini sekarang didera masalah politik, bisnis dan pribadi.
(nrl/iy)











































