Dikatakan Obama, pengalaman menghadiri seremoni para prajurit yang tewas di Afghanistan dan pulang dalam peti mati sangalah menyentuh dirinya.
"Tak ada yang lebih besar dari itu. Dan ini kewajiban serius saya sebagai panglima tertinggi untuk membuat keputusan yang benar," tutur Obama yang baru saja menerima hadiah Nobel Perdamaian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu mungkin pidato paling emosional yang pernah saya buat, menyangkut bagaimana perasaan saya soal itu," kata Obama seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (14/12/2009).
"Karena saya melihat ke arah sekelompok kadet, yang beberapa dari mereka akan dikerahkan di Afghanistan. Dan kemungkinan beberapa tak akan pernah kembali," tutur Obama.
Ketika ditanya apakah keputusan mengirimkan sekitar 30 ribu prajurit tambahan ke Afghanistan merupakan yang tersulit selama kepemimpinannya, Obama berujar: "Tentu saja."
Obama mengakui publik AS banyak yang menentang keputusannya mengirimkan pasukan tambahan ke Afghanistan. Namun ditegaskan Obama, dirinya telah membuat keputusan. "Karena menurut saya itu benar untuk dilakukan. Dan itu pekerjaan saya," tandas Obama.
Lebih dari 400 tentara asing telah tewas di Afghanistan tahun ini. Kebanyakan dari mereka tentara AS.
(ita/nrl)










































