Sang pemilik memberikan alasan mengapa dirinya melakukan hobi mahal tersebut. "Ini masalah sejarah historis negara kita," kata pemilik kendaraan perang, Alo Adiranto, (61), kepada detikcom dalam pameran mobil perang di halaman Kantor Walikota Jakarta Selatan, Senin, (14/12/2009).
Alhasil, salah satu mobil perang kesayangannya, Doodge, keluaran tahun 1961 yang berkapasitas 3200cc kini bisa melaju bak mobil baru. Dia mengimpor onderdil kendaraan tersebut langsung dari Ohio, AS. Guna melengkapi 9 onderdil kendaraan lainnya, dia mengimpor dari Thailand.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bersama 20-an mobil perang lainnya, Doodge tersebut dipamerkan selama 3 hari ke depan. Selain Doodge, ada pula Landrover Devender, buatan 1994, antipeluru yang dulu bertugas di Aceh kini menjadi ambulance. Ada juga truk Rheo buatan 1999, kapasitas 6000 cc bikinan Korea. Kini, puluhan mobil tersebut disulap menjadi ambulance dengan misi sosial di Sukabumi, 3 bulan sekali. Sasarannya masyarakat desa dengan penyakit lepra atau patah tulang.
"Di Jakarta, peminatnya cukup banyak. Semua mobil ini punyai nilai histroris, ada yg dari Jepang dan dirampas tentara Indonesia. Kemudian digunakan untuk perang mempertahankan kemerdekaan. Sekarang, semuanya dalam keadaan terawat dan masih bagus," puji Walikota Jaksel, Syahrul Effendi saat membuka pameran.
(asp/rdf)











































