TNI dan Polri Awasi Penggusuran BKT

TNI dan Polri Awasi Penggusuran BKT

- detikNews
Senin, 14 Des 2009 12:17 WIB
Jakarta - Penggusuran lahan Banjir Kanal Timur (BKT) terus dilakukan untuk mengejar tenggat waktu 31 Desember. Namun puluhan rumah semi permanen masih berdiri di ruas Pondok Kelapa sepanjang 400 meter. Sebab, pemilik mengaku belum mendapat ganti rugi.

"Kita pergi kalau sudah dibayar. Beli jengkol aja bayar, masak tanah kagak," seloroh Kidan (65), salah satu orang tua yang mengaku menghuni area BKT sejak masih rawa, Selasa (14/12/2009).

Namun protes itu dianggap sepi, 6 alat berat jenis back hoe terus menggerus sisi belakang dari rumah-rumah tersebut. Pekerja dan mandor terus memantau pengerukan tanah untuk menghubungkan sisa terakhir BKT.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara aparat gabungan dari polisi, TNI dan satpol PP terlihat mengawasi dengan mendirikan satu tenda pleton pada jarak 100 meter dari lokasi. Petugas berseragam itu tampak hilir-mudik ataupun duduk-duduk memastikan kondisi tetap kondusif.

"Tinggal ini saja. Kalau ini selesai, nyambunglah BKT sampai laut," kata salah satu mandor dari kontraktor swasta.

Hingga saat ini pengerukan masih berjalan lancar. Warga yang menghuni rumah hanya duduk-duduk. Tetapi satu-dua orang terdengar sibuk menelpon kerabatnya untuk dikirim bantuan pengamanan warga.

(Ari/rdf)


Berita Terkait