"Kita pergi kalau sudah dibayar. Beli jengkol aja bayar, masak tanah kagak," seloroh Kidan (65), salah satu orang tua yang mengaku menghuni area BKT sejak masih rawa, Selasa (14/12/2009).
Namun protes itu dianggap sepi, 6 alat berat jenis back hoe terus menggerus sisi belakang dari rumah-rumah tersebut. Pekerja dan mandor terus memantau pengerukan tanah untuk menghubungkan sisa terakhir BKT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tinggal ini saja. Kalau ini selesai, nyambunglah BKT sampai laut," kata salah satu mandor dari kontraktor swasta.
Hingga saat ini pengerukan masih berjalan lancar. Warga yang menghuni rumah hanya duduk-duduk. Tetapi satu-dua orang terdengar sibuk menelpon kerabatnya untuk dikirim bantuan pengamanan warga.
(Ari/rdf)











































