"Menurunnya angka kematian jemaah haji menurut indikator yang ditetapkan WHO, merupakan indikator semakin baiknya pelayanan kesehatan," ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Departemen Kesehatan (Depkes) Lily S Sulistyowati dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (13/12/2009).
Menurut Lily selain penurunan jamaah yang wafat, penurunan juga terjadi pada kejadian luar biasa yang pada tahun lalu mencapai 8 kasus, tahun ini hanya satu kasus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Berdasarkan lokasi, sebanyak 80 orang wafat di sejumlah Rumah Sakit Arab Saudi, 65 orang di pemondokan, 56 orang di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI), 18 orang di perjalanan, 12 orang di sektor BPHI, 8 orang di mesjid, 7 orang di bandara dan 1 orang di pesawat.
Berdasarkan embarkasi, Surabaya 50 orang, Surakarta 46 orang, Bekasi 26 orang, Jakarta 25 orang, Medan 19 orang, Ujung Pandang 17 orang, BPIH khusus 12 orang, Padang 12 orang, Batam 12 orang, Palembang 11 orang, Banjarmasin 9 orang, Aceh 6 orang, Balikpapan 1 orang, nonkloter 1 orang.
Sementara sebanyak 172 jamaah haji yang wafat berusia lebih dari 60 tahun, 49 jamaah wafat berusia di antara 50 tahun hingga 59 tahun. 24 orang wafat di usia antara 40 tahun hingga 49 tahun dan 2 orang jamaaf yang wafat berusia di bawah 40 tahun.
Wafatnya jamaah haji Indonesia di antaranya disebabkan oleh penyakit sistem sirkulasi sebanyak 154 orang. 74 orang wafat disebakan penyakit sistem pernapasan, 5 orang akibat penyakit gangguan mental dan perilaku. Penyakit sistem syaraf, penyakit infeksi dan parasit, penyakit sistem genitourinaty masing-masing menyebabkan kematian bagi dua orang jamaah.
(ddt/mok)










































