Marsilam yang pada waktu itu menjabat Ketua Unit Kerja Presiden Untuk Pengelolaan Reformasi (UP3R) ikut nimbrung dalam rapat KSSK yang berlangsung kurang lebih selama 4 jam dari pukul 00.15 WIB-04.30 WIB.
Kehadiran Marsilam dalam KSSK juga menjadi tanda tanya besar. Kenapa ia ikut hadir dan apa perannya dalam rapat itu?
"Dalam hal ini KSSK minta agar Presiden mengizinkan saya agar bekerjasama dengan KSSK, itu saja titik," kata Marsilam dengan tegas usai acara konferensi pers di Depkeu, Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (13/12/2009).
Marsilam saat konferensi pers sempat sedikit emosi karena ada seorang wartawan menanyakan keberadaan Robert Tantular di rapat tersebut. "Anda sudah dengar suaranya? Anda sudah lihat videonya? Itu saya atau Robert Tantular?" ketus Marsilam.
Namun saat Marsilam ditanya apakah dirinya mendapat tugas dari Presiden terkait kehadirannya dalam rapat, ia hanya mengelak. "Tanya langsung ke presiden," tukasnya saat menjawab pertanyaaa apakah dirinya diutus khusus oleh presiden.
Sementara itu mantan Sekretaris KSSK Raden Pardede di tempat yang sama mengatakan jelas bahwa kehadiran Marsilam Simanjuntak atas permintaan presiden.
"Kehadiran Pak Marsilam diminta Presiden untuk kerjasama dengan KSSK," kata Raden. (hen/iy)











































