Hingga Minggu (13/12/2009), Asrul masih dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit (RS) Esthomihi, Jl. Sisingamangaraja Medan. Ia belum bisa mengangkat kepala dan belum bisa diajak bicara. Sejumlah luka lebam pada dada dan rusuk korban juga masih terlihat membiru.
Asrul dihajar temannya di ruang kelas usai pulang sekolah, Jumat (11/12/2009) lalu. Menurut paman Asrul, Batara Butarbutar, penganiayaan keponakannya itu bermula dari canda. Saat itu tanpa sengaja, pelajar kelas 3 itu menyenggol perut temannya berinisinal SD. Tidak disangka, SD langsung tersinggung. Saat itu kemarahan SD tidak sempat menjadi perkelahian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keluarga telah melakukan penganduan kepada pihak kepolisian karena keluarga tidak terima atas penganiayaan ini," kata Butarbutar.
Perawat RS. Esthomihi Medan, Rosdiana mengatakan, kondisi kesehatan Asrul berangsur membaik setelah menjalani peraatan dalam dua hari teakhir. Namun ia sering mengeluh akibat rasa sakit pada bagian dada.
"Kadang meringis karena dadanya masih sakit," kata Rosdiana.
Β
Terkait kasus ini, Polsekta Medan Kota telah mengamankan SD dengan tuduhan melakukan penganiaan.
(rul/iy)











































