"Di Laos tidak banyak orang Indonesia. Dan salah seorang dari kami meninggal dunia sangat terasa dan menjadi duka cita," kata Andi yang tak pernah berhenti menyeka air mata dengan tisu, di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Minggu (13/12/2009).
Jenazah tersebut diserahterimakan dari pemerintah RI kepada keluarga lewat Republika. Pihak Republika menyatakan terima kasih atas bantuan dan perhatian KBRI Laos serta Kemenpora sehingga jenazah tersebut sampai di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas dedikasinya, Republika akan menjadikan Lukmanul Hakim sebagai nama penghargaan tahunan untuk wartawan terbaik. Republika juga akan memberikan santunan untuk keluarga Lukman. Lukman meninggalkan satu istri dan dua anak yakni Fiqih Imanul Haq (9) dan Steyna Luknafa Hakim (4,5).
Kelelahan
Menurut Asisten Redpel Republika, Rahmat Hadi Sucipto, Lukmanul Hakim sudah menyatakan sakit sebelum berangkat ke Laos. Bahkan Lukman mengatakan dia harus diopname karena masalah jantungnya.
"Saya jawab. Kalau sampeyan sakit, jangan dipaksakan, nanti saya kordinasi, saya ganti"," kata Rahmat.
Namun ternyata penggantian wartawan tidak bisa mendadak. Hal itu terkait dengan izin, ID liputan dan alasan lain.
"Sebelumnya dia liputan balap sepeda Jakarta-Bali. Dia kecapean tapi enggak pernah dirasakan," pungkas Rahmat. (Ari/fay)











































