melalui Bandara King Abdul Aziz di Jeddah dan Bandara Amir Muhammad Abdul Aziz (AMAA) di Madinah. Jamaah yang dipulangkan melalui Jeddah pada Selasa
(15/12/2009), sedangkan langsung dari Madinah pada Kamis (17/12/2009) lusa.
"Kita telah melakukan rapat koordinasi dengan Saudi Arabian Airlines (SAA),
menyangkut persiapan pemulangan jemaah tersebut, di bandara AMAA, belum lama
ini. Kita bicarakan secara rinci, aspek-aspek penerbangan pemulangan jemaah ke tanah air ini," kata Kepala PPIH Daerah Kerja Madinah, Cepi Supriatna kepada wartawan MCH di kantornya, Sabtu (12/12/2009).
Menurut Cepi, pihaknya telah meminta kepada SAA apabila terjadi keterlambatan atau delay penerbangan pesawat bisa dijelaskan kepada para jamaah sejelas-jelasnya. "Jika terjadi delay, jamaah sangat membutuhkan informasi yang cepat dan rinci mengenai sebab-sebab terjadinya delay pesawat," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan. Setiap jamaah hanya diperkenan membawa satu buah kopor pemberian maskapai penerbangan dengan berat 32 kg dan membawa satu tas tentengan. "Sosialisasinya sudah kita lakukan sejak jauh-jauh hari, bahkan sejak jamaah di tanah air," ujarnya.
Cepi meminta agar petugas Kloter bisa mengingatkan kepada jamaahnya tentang
aturan pembatasan barang bawaan agar bisa dipatuhi demi keselamatan terbang.
Ditambahkan Cepi, untuk pengangkutan jamaah haji sakit pulang awal, pihak SAA akan menyediakan 6 seat untuk jamaah berbaring.
Sedangkan Garuda hanya menyediakan 3 seat. Ada empat hal yang harus diperhatikan dalam pemulangan jamaah haji sakit ini, lanjut Cepi, pertama kondisinya layak terbang menurut tim medis, dokumennya telah siap, tersedia seat, dan ibadah jamaah itu telah lengkap.
(zal/anw)










































