Seperti dilansir AFP, Minggu (13/12/2009), petugas pemeriksaan di Bandara Don Muang menemukan bahan peledak yang jumlahnya diprediksi hingga 40 ton itu.
"Mereka menyebut barang yang mereka bawa adalah perlengkapan perlengkapan pengebor minyak. Tapi saat kita periksa ternyata barang-barang tersebut adalah bahan peledak," kata Deputi Perdana Menteri Thailand Suthep Thaungsuban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka membawa banyak bahan peledak yang membahayakan," kata Kepala Investigasi Thailand, Letnan Thangai Prasajaksattru.
Juru bicara Angkatan Udara Thailand, Kapten Montol Suchookorn menyebut, barang-barang yang mereka bawa tersebut diangkit dari Pyongyang menuju Thailand.
"Informasi yang kami dapatkan, barang tersebut mulai diangkut dari Korut. Kemudian diangkut dengan menggunakan pesawat kargo," kata Motol.
Media setempat menyebut, pesawat membawa 40 ton bahan peldak yang diyakini berasal dari Georgia.
"Kasus ini akan ditangani secara hati-hati karena banyak pihak (negara) yang terlibat. Semuanya akan dilakukan secara transparan," pungkas Motol.
(anw/anw)










































