Pernyataan itu diucapkan perwakilan PAN asal Riau, Taufan Andoso mewakili 10 DPW dan DPC se-Sumatera. "Kami menilai saudara Hatta Rajasa sudah saatnya memimpin PAN. Kader PAN dari Aceh sampai Lampung se-Sumatera mendukung penuh Hatta untuk menjadi Ketua umum secara aklamasi," kata Andoso di acara deklarasi Hatta sebagai Ketua Umum PAN di Hotel Panorama Regency, Batam, Sabtu (12/12/2009) malam.
"Hidup Hatta Rajasa, hidup Hatta," para peserta pun memikikkan yel-yel mendukung Hatta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan memohon Ridho Allah, saya mengucapkan terimakasih atas amanat dan kepercayaan yang diberikan kepada saya. Ini sungguh amat besar. Kalau di zaman nabi dulu, orang yang dapat amanat, akan mengucapkan innalillahi," sambut Hatta.
Pria berambut putih ini pun lantas berpantun ria. "Daun selasih tak pernah layu, terimakasih thanks you. Mari kita semua bersatu membesarkan PAN. Karena kalau kita bekerja keras, buka tidak mungkin PAN akan menjadi pemenang pada Pemilu 2014," Kata Hatta disambut tepuk tangan meriah. "Dan akan muncul presiden dari PAN," harap Hatta.
Pada kesempatan ini, Hatta juga menyatakan kesanggupannya untuk menerima amanat DPW dan DPC PAN yang mengusung dirinya sebagai Ketua Umum PAN. Hatta pun mendeklarasikan dirinya siap maju dan bertarung dalam Kongres PAN pada Januari tahun depan.
"Dengan memohon ridho Allah, saya siap mencalonkan diri menjadi Ketum PAN 2010-2015. Semoga Allah memudahkan jalan kita untuk membesarkan PAN," ujarnya.
Selain menyampaikan kesiapannya, Hatta juga menyampaikan visi dan misinya jika terpilih menjadi Ketum PAN. Termasuk sikap politik Hatta dalam membawa PAN di peta perpolitikan nasional dan koalisi. Hatta menegaskan akan menjadikan PAN sebagai partai pendukung pemerintahan SBY-Boediono dalam 5 tahun mendatang. Karena PAN menilai amanat reformasi yang menjdi dasar kelahiran PAN 11 tahun lalu masih belum tuntas.
"Kami merasa harus ikut menyukseskan program reforamsi yang kami nilai masih belum selesai. Karena itu kita harus sama-sama sukseskan reformasi ini bersama pemerintahan yang ada," pungkas Menko Perekonomian tersebut mengakhiri sambutan. (anw/anw)










































