Hal tersebut diungkapkan staf khusus presiden bidang hukum, Denny Indrayana, usai mengikuti diskusi bertajuk Refleksi Pemberantasan Korupsi di Restoran Warung Daun, Jakarta, Sabtu (12/12/2009).
"Harus dicari solusinya agar kita tidak terjebak pada persoalan yang dapat mengganggu stabiltas ekonomi dan politik," kata Denny.
Denny juga menilai, apa yang terjadi antara kedua tokoh tersebut bagian dari proses demokrasi. Semua orang, sambung Denny, mempunyai hak untuk menyampaikan pendapatnya.
"Kalau masalah Ibu Ani dan Pak Ical itu menunjukkan kita negara demokratis. Kita punya hak bicara. Golkar punya, Ibu Ani punya, Pak Ical juga punya hak bicara," tutur Denny.
(djo/djo)











































