"Melihat pola, ada kemungkinan kriminalisasi terhadap Boediono dan Sri Mulyani," ujar Denny dalam diskusi 'Refleksi Pemberantasan Korupsi' di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta, Sabtu (12/12/2009).
Namun, Denny menjelaskan publik sulit menyamakan kasus kriminalisasi Boediono-Sri Mulyani dengan kasus dua pimpinan KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Denny yakin kedua pejabat ini bersih. Dia mencontohkan Sri Mulyani adalah tokoh reformasi birokrasi di Depkeu. Sri Mulyani bahkan pernah mendapat Bung Hatta Anti-Corruption Watch tahun 2008.
Boediono pun dinilainya sebagai pejabat yang jujur. "Keduanya tidak punya kepentingan apa pun dalam kasus ini," bela Denny.
(rdf/irw)











































