"KOMPAK berharap Sri Mulyani membuka sosok penguasa yang menekannya dan Bambang Soesatyo membuka rekaman Sri Mulyani-Robet Tantular kepada publik," kata aktivis Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi (KOMPAK) FAdjroel Rachman kepada detikcom melalui pesan singkat, Sabtu (12/12/2009).
Menurut Fadjroel, saat ini rumor soal rekaman tersebut semakin melebar dan rawan menjadi bola liar. Agar tidak dituding sekedar asal ngomong dan menimbulkan fitnah, Bambang didesak untuk segera membukanya kepada publik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai langkah Depkeu yang akan menuntut Bambang, Fadjroel mengatakan bahwa hal tersebut sangat disayangkan. Sri Mulyani lebih baik mendukung upaya untuk membongkar kasus ini dengan jujur dan transparan kepada masyarakat.
"Daripada bersilat lidah dan hantam kromo lebih baik rezim SBY dan Sri Mulyani mendukung upaya membongkar Century ini," tandasnya.
Sebelumnya, Bambang mengatakan telah menemukan rekaman percakapan antara Sri Mulyani dengan Robert Tantular terkait penyetujuan pemberian dana talangan sebesar Rp 6,7 triliun. Namun, pihak Depkeu membantahnya, bahkan menuding Bambang telah menyebarkan fitnah.
(ape/irw)











































