Agar Tak Jadi Fitnah, Bambang Harus Buka Rekaman

Rekaman Sri Mulyani-Robert Tantular

Agar Tak Jadi Fitnah, Bambang Harus Buka Rekaman

- detikNews
Sabtu, 12 Des 2009 09:40 WIB
Agar Tak Jadi Fitnah, Bambang Harus Buka Rekaman
Jakarta - Anggota Pansus Century Bambang Soesatyo diminta untuk terbuka soal rekaman dugaan percakapan antara Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dengan mantan pemilik Bank Century Robert Tantular. Hal ini agar tidak menimbulkan fitnah.

"KOMPAK berharap Sri Mulyani membuka sosok penguasa yang menekannya dan Bambang Soesatyo membuka rekaman Sri Mulyani-Robet Tantular kepada publik," kata aktivis Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi (KOMPAK) FAdjroel Rachman kepada detikcom melalui pesan singkat, Sabtu (12/12/2009).

Menurut Fadjroel, saat ini rumor soal rekaman tersebut semakin melebar dan rawan menjadi bola liar. Agar tidak dituding sekedar asal ngomong dan menimbulkan fitnah, Bambang didesak untuk segera membukanya kepada publik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Agar tidak ada fitnah dan dusta di antara rezim SBY dan rakyat," jelasnya.

Mengenai langkah Depkeu yang akan menuntut Bambang, Fadjroel mengatakan bahwa hal tersebut sangat disayangkan. Sri Mulyani lebih baik mendukung upaya untuk membongkar kasus ini dengan jujur dan transparan kepada masyarakat.

"Daripada bersilat lidah dan hantam kromo lebih baik rezim SBY dan Sri Mulyani mendukung upaya membongkar Century ini," tandasnya.

Sebelumnya, Bambang mengatakan telah menemukan rekaman percakapan antara Sri Mulyani dengan Robert Tantular terkait penyetujuan pemberian dana talangan sebesar Rp 6,7 triliun. Namun, pihak Depkeu membantahnya, bahkan menuding Bambang telah menyebarkan fitnah.

(ape/irw)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads