Jakarta - Menyusul isu perseteruannya dengan Ketum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie dan pembicaraan telepon dengan Robert Tantular, Menkeu Sri Mulyani jadi 'target operasi' wartawan. Namun dia cukup lihai menghindari 'sergapan' wartawan.Demikian yang terjadi di sela-sela Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010-2014. Acara yang dibuka Presiden SBY ini berlangsung di Arena PRJ, Kemayoran, Jakarta, Jumat (11/12/2009) malam.Sejak sebelum acara dimulai, para wartawan sudah bersiaga mencegat Sri Mulyani di luar ruang acara, Tapi entah muncul dari mana mendadak saja Sri terlihat sedang berdiskusi serius dengan sejumlah menteri di barisan kursi terdepan.Di dalam kondisi seperti itu, wartawan sudah pasti tidak bisa mendekatinya. Terlebih dalam hitungan menit ke depan Presiden SBY dan Wapres Boediono segera memasuki ruangan acara.Maka pilihannya adalah menunggu sesi jeda coffe break dan untuk sholat Ashar. Segala pidato sambutan Kepala Bappenas Armida Alisjahbana dan Presiden SBY seolah berlalu tak berbekas dari konsentrasi wartawan yang 'mengincar' Sri Mulyani.
Usai pembacaan doa penutup disusul Presiden SBY kembali ke Istana Negara, tibalah saat jeda yang ditunggu. Tapi Sri tetap sulit didekati karena bergegas masuk ke ruang tunggu VVIP dan sekeluarnya dari sana dia membalas berondongan pertanyaan dengan gelengan kepala plus senyum kecil.
"Setelah acara selesai ya Bu?" bujuk wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Acara yang dihadiri seluruh kepala daerah tingkat I dan II itu berjalan kembali. Secara bergantian tiga Menteri Koordinator, Kepala Bappenas, Menkeu dan Mendagri memaparkan materinya masing-masing. Di atas podium, Sri Mulyani tampil tangkas seperti biasanya. Ringkas, bahasanya teknis, langsung menuju inti permasalahan plus tawaran solusi serta tidak lupa menyelipkan humor dan sindiran ringan menghidupkan suasana.
Ketika paparan Mendagri Gamawan Fauzi tiba pada bagian penutup, para wartawan kembali bersiap mengejar Sri Mulyani. Nyaris bertepatan dengan salam penutup Mendagri, Sri Mulyani tiba-tiba hilang dari balik meja barisan panelis di atas panggung.
"Waduh, dia kabur lewat belakang panggung. Cepat kejar!" kaget salah satu jurnalis televisi sembari bergegas membongkar kameranya dari tripod.
Maka berhamburanlah para wartawan melintasi para gubernur dan bupati/wali kota. Namun karena diuntungkan jaraknya yang terpaut lebih 50 meter, Sri Mulyani lolos dari kejaran.
Wartawan pertama yang sampai di lokasi bertepatan dengan ditutupnya pintu belakang mobil dinas Menkeu. Seketika mobil sedan warna hitam itu bergerak menjauh.
"Yah...si ibu. Da da da da Ibu," ujar wartawan menghibur diri.
(lh/ape)