Usai pembacaan doa penutup disusul Presiden SBY kembali ke Istana Negara, tibalah saat jeda yang ditunggu. Tapi Sri tetap sulit didekati karena bergegas masuk ke ruang tunggu VVIP dan sekeluarnya dari sana dia membalas berondongan pertanyaan dengan gelengan kepala plus senyum kecil.
"Setelah acara selesai ya Bu?" bujuk wartawan.
Acara yang dihadiri seluruh kepala daerah tingkat I dan II itu berjalan kembali. Secara bergantian tiga Menteri Koordinator, Kepala Bappenas, Menkeu dan Mendagri memaparkan materinya masing-masing. Di atas podium, Sri Mulyani tampil tangkas seperti biasanya. Ringkas, bahasanya teknis, langsung menuju inti permasalahan plus tawaran solusi serta tidak lupa menyelipkan humor dan sindiran ringan menghidupkan suasana.
Ketika paparan Mendagri Gamawan Fauzi tiba pada bagian penutup, para wartawan kembali bersiap mengejar Sri Mulyani. Nyaris bertepatan dengan salam penutup Mendagri, Sri Mulyani tiba-tiba hilang dari balik meja barisan panelis di atas panggung.
"Waduh, dia kabur lewat belakang panggung. Cepat kejar!" kaget salah satu jurnalis televisi sembari bergegas membongkar kameranya dari tripod.
Maka berhamburanlah para wartawan melintasi para gubernur dan bupati/wali kota. Namun karena diuntungkan jaraknya yang terpaut lebih 50 meter, Sri Mulyani lolos dari kejaran.
Wartawan pertama yang sampai di lokasi bertepatan dengan ditutupnya pintu belakang mobil dinas Menkeu. Seketika mobil sedan warna hitam itu bergerak menjauh.
"Yah...si ibu. Da da da da Ibu," ujar wartawan menghibur diri. (lh/ape)











































