"Kalau masalah Century, tidak khusus dibicarakan, tapi iya (membahas)," ujar salah satu anggota DPD I Wayan Sudirta yang ikut dalam pertemuan dengan JK di kediaman JK, Jl Brawijaya, Jakarta Selatan, Jumat (11/12/2009).
Selain I Wayan, turut 4 anggota DPD lainnya. Mereka yakni Dani Anwar, Nurmawati Dewi Bantilan, Asnan Hadikusumo dan Juniwati. Kelimanya datang sekitar pukul 17.00 WIb dan keluar dari kediaman JK pukul 18.35 WIB.
Selain itu, kata I Wayan, JK juga menyatakan apresiasinya soal dibentuknya Kaukus Antikorupsi DPD. Menurut JK, kaukus tersebut sangat positif asalkan bekerja sesuai aturan yang berlaku.
"Kata Pak JK bagus-bagus saja asal sesuai rel," terangnya.
Menurut I Wayan, pertemuan tersebut hanya bersifat silaturahmi biasa. Meski menyinggung soal kasus Bank Century, namun JK sulit buka-bukaan untuk membuka kasus yang diduga merugikan uang negara sebesar Rp 6,7 trilliun tersebut.
"Saya paham, memancing Pak JK tidak mudah. Karena pertemuan kita pertemuan kekeluargaan. Jadi dia nggak bakal membuka kasus Century," jelas pria yang juga Ketua Kaukus Antikorpsi DPD nya.
I Wayan juga menjelaskan, pada pertemuan tadi JK tidak banyak berkomentar terkait pansus angket Century. "Katanya, biarin aja (kasus ini) diserahin kepada Pansus," imbuhnya.
Pak JK mau datang kalau diundang Pansus Pak?
"Sebagai warga negara Indonesia ya hadir, kalau tidak diundang tidak apa-apa," tandasnya.
(ape/irw)











































