Peristiwa itu terjadi saat puluhan buruh yang mayoritas perempuan tersebut berunjuk rasa di depan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), Jl Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (11/12/2009). Kantor itu persis berada di depan kampus Universitas Sahid.
Para buruh yang bergabung dalam Konggres Aliansi Serikat Buruh Indonesia(Kasbi) menuntut agar proses lelang pabriknya yang sedang berlangsung di lantai tiga dihentikan. Lelang tersebut dilakukan oleh PT Bank Cinatrust selaku kreditur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau prosesnya sesuai hukum, maka hak-hak buruh seperti pesangon dan THR akan diberikan. Kalau yang melelang Cinatrsut duitnya mereka ambil sendiri," kata Sekretaris Jenderal Kasbi Khamid Istakhori di lokasi.
Menurut Khamid, buruh yang berasal dari pabrik Uni Enlarge Industry di Semarang dan Jakarta itu sudah datang ke lokasi sekitar pukul 08.00 WIB. Lelang sendiri dimulai usai salat jumat atau sekitar pukul 13.30 WIB.
Mengetahui lelang tetap dilakukan, peserta aksi berniat merangsek ke dalam gedung, namun dihadang oleh barisan polisi. Akhirnya, bentrok tidak bisa dihindarkan.
"Perwakilan kita di atas juga terkena tindakan represif. Kita berusaha untuk menghentikan lelang itu, tapi lelang tetap dilanjutkan," ujar Khamid.
Sekitar pukul 16.30 situasi sudah agak mereda. Namun, dengan raut muka kecewa, para buruh tetap menyuarakan yel-yel sambil mendengarkan orasi. Beberapa saat kemudian, aksi berakhir dan para buruh itu pergi meninggalkan lokasi menggunakan metromini.
(irw/ape)











































