"Beliau di Kopenhagen tanggal 16-19 Desember dan akan menyampaikan national statement di COP 15 dan dijadwalkan menjadi pembicara ke-7," ujar juru bicara Presiden, Dino Patti Djalal.
Hal itu disampaikan Dino di Kantor Presiden, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Jumat (11/12/2009).
Menurut Dino, acara yang dihadiri lebih dari 100 kepala negara di dunia itu, SBY ingin menjembatani antara negara maju dan negara berkembang dalam menghasilkan konsensus global tentang iklim, yang sekarang masih alot dibahas.
"Presiden ingin menjembatani perbedaan negara maju dan berkembang. Masih sulit mencapai titik kompromi," imbuhnya.
Ada 2 isu yang akan diangkat dalam KTT itu. Pertama, apakah COP 15 akan mencapai target angka dari negara-negara maju. Kedua, sumbangan negara berkembang dalam mengurangi emisi.
"COP harus menghasilkan suatu kesepakatan global. Kalau tidak ini memalukan," imbuh Dino.
Agenda SBY berpidato di KTT perubahan iklim itu itu merupakan acara puncak agenda lawatan SBY selama 6 hari yang akan dimulai pada Minggu 13 Desember mendatang. Ada 5 negara yang akan dikunjungi SBY yaitu, Dubai, Belgia, Prancis, Jerman, dan Denmark.
Pada Minggu 13 Desember, SBY akan bertolak ke Dubai, dan bertemu dengan Pangeran Dubai untuk membahas tentang investasi. Senin 14 Desember, SBY dijadwalkan akan ke Brussel, Belgia, bertemu dengan Presiden Uni Eropa Jose Emanuel Barroso membahas masalah perubahan iklim.
Setelah itu SBY akan langsung ke Prancis bertemu Presiden Prancis Nicholas Sarkozy. Hubungan bilateral dan perundingan di Kopenhagen masuk dalam bahasan mereka.
Pada Selasa 15 Desember, SBY akan memenuhi undangan Kanselir Jerman Angela Merkel di Berlin. Pertemuan juga membahas hubungan bilateral dan perubahan iklim.
KTT Perubahan iklim di Kopenhagen, Denmark, merupakan agenda puncak yang akan dihadiri SBY pada 16-19 Desember. SBY akan pulang ke Tanah Air pada 19 Desember.
(han/nik)










































