"Kita bekerja dari pukul 07.30 WIB sampai pukul 07.30 WIB besok," ujar
petugas pemadam kebakaran dari Suku Dinas Jakarta Pusat, Pos Taman Ismail Marzuki, Ilmy kepada detikcom, Jumat (11/12/2009).
Ilmy bercerita, saat mendapat jatah piket, para petugas akan terus siaga di pos masing-masing. Bila tidak ada peristiwa, biasanya para petugas mendapat pembekalan untuk mengasah kemampuan menaklukan keberingasan api.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pekerjaan seperti ini sudah mendarah daging, bapak saya pensiunan pemadam," ungkapnya.
Meski awalnya berat menjalani, Ilmy merasa ada kepuasan dan kebahagiaan tersendiri jika ia dapat membantu orang yang tertimpa musibah.ย
"Senang banget setelah tugas orang mengucapkan terima kasih," katanya.
Ilmy juga merasa bangga dengan pekerjaan yang sudah dilakoninya selama dua tahun ini. Meski penghasilannya tidak terlalu besar, namun Ilmy merasaย pendapatannya sebagai petugas damkar sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
"Gaji dua juta lebih cukuplah," ungkapnya sambil tersenyum.
Ilmy hanya berharap agar pekerjaan dengan resiko berat seperti ini mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Apalagi setelah salah satu rekannya, Sulis (24), tewas saat sedang menjalankan tugas di lokasi kebakaran, Tambora, Jakarta Barat.
"Mudah-mudah profesi sebagai pemadam lebih diperhatikan," harapnya.
(did/lrn)











































