"Ya, setidaknya, kami jadi punya perspektif luas tentang bailout Century," kata Ketua DPP PPP, Lukman Hakim Saefudin di Gumaya Tower Hotel Semarang, Jumat (11/12/2009).
Lukman yang datang dalam seminar kerja sama Setjen MPR dan Undip itu menjelaskan, sebelumnya PPP hanya mendapatkan info dari media massa. Sebab itu, PPP merasa perlu mengetahui dari sumber utama, yakni Sri Mulyani.
Dalam rapat, Sri Mulyani menjelaskan latar belakang bailout Century dari segi politik, sosial, dan ekonomi serta kronologis kebijakan tersebut. "Pokoknya lengkap, detail," katanya.
Apakah sikap PPP berubah setelah mendapat penjelasan itu? "Rapat itu kan cuma menggali info. Saya kira kami tetap menganggap kasus ini amat penting," ujar Lukman.
DPP PPP telah menginstruksikan kadernya di Pansus Hak Angket DPR agar bekerja maksimal. Mereka siap mengganti kader yang tak berkomitmen membongkar kasus tersebut.
Sebenarnya, lanjut Lukman, PPP juga mengundang mantan Wapres Jusuf Kalla, BPK, LPS, namun hanya Sri Mulyani yang bersedia hadir. "JK, BPK, dan LPS kesulitan mengatur waktu," pungkasnya.
(try/djo)











































