Jubir Kepresidenan Julian Aldrin Pasha menjelaskan, sebenarnya bukan SBY yang mengundang Tim 9. Namun sebaliknya Tim 9 yang ingin bertemu SBY.
"Dalam kapasitas sebagai kepala negara, Presiden bersedia ditemui Tim 9. Namun hari ini di satu surat kabar nasional, diberitakan Tim 9 diundang SBY di Istana," ujar Julian di Kantor Presiden, Jl Veteran, Jakarta, Jumat (11/12/2009).
SBY pun menyayangkan pemberitaan tidak benar tersebut. Karena itu SBY membatalkan pertemuannya dengan Tim 9 untuk menghindari salah tafsir dan asumsi seolah-olah SBY mengintervensi Tim 9.
"Maka demi kebaikan bersama dibatalkan," tukasnya.
Menurut Julian, pemberitaan yang benar adalah Tim 9 yang bersilaturahmi kepada SBY. Bukan SBY yang mengundang Tim 9. Karena itu SBY pun bersedia bertemu.
"Sebenarnya undangannya disampaikan secara surat dan lisan. Belum cek. Itu disampaikan kepada FPD. Pembatalannya saat di Bali. Sudah dikonsultasikan," ungkapnya.
(gus/iy)











































