Para aktivis perdamaian mengusung peti mati palsu di New York untuk memprotes Nobel Perdamaian yang diterima Obama. Mereka berjalan dari luar gedung PBB menuju kantor rekrutmen militer di Times Square, Manhattan. Jumlah mereka sekitar 50 orang.
Dengan berjalan lambat, para demonstran tersebut mengusung peti mati palsu yang terbuat dari kardus. Peti mati bohongan itu ditutupi dengan bendera AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kecewa dengan dia dan komite Nobel. Dia tidak seharusnya menerima hadiah itu dan mereka seharusnya membatalkan itu di saat dia mengumumkan pengiriman pasukan tambahan," imbuh pria berusia 30 tahun itu.
Seorang aktivis lainnya, John Emmanuel (61) mengatakan, meningkatkan perang di Afghanistan hanya akan menambah penderitaan. "Kita telah melihatnya berulang-ulang: saat kita meningkatkan perang itu cuma memperpanjang penderitaan," cetusnya.
Sebelumnya di Oslo, Norwegia, dalam pidatonya saat menerima Nobel Perdamaian, Obama mengatakan bahwa perang kadang-kadang diperlukan bahkan juga dibenarkan secara moral. Dan perang pada tingkat tertentu adalah ekspresi perasaan manusia.
"Saya bertanggung jawab atas pengerahan ribuan pemuda Amerika untuk berperang di tempat yang jauh. Beberapa akan membunuh. Beberapa akan terbunuh," kata Obama dalam pidatonya di Oslo. (ita/nrl)











































