"Buat saya Sulis orang yang baik dan sangat rajin. Kalau sudah di lapangan, dia nggak pernah berhenti untuk bekerja, maunya kerja terus," kenang Widodo, rekan kerja Sulis saat melayat di rumah duka, Jl KH Zainul Arifin nomor 71, RT 001/RW 010, Kelurahan Duri Pulo, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (11/12/2009).
Ayah Sulis, Sugeng (58) juga menilai putranya punya dedikasi tinggi pada pekerjaannya. Sugeng (58) mengenang Sulis sebagai anak yang penurut dan tidak pernah nakal. "Kalau sudah kerja itu anak nggak mau diajak ke mana-mana dan nggak suka bepergian ke mana-mana," tutur Sugeng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Malah dia nggak pamit sama saya waktu berangkat kerja. Dan saya nggak punya firasat untuk mencegah dia untuk pergi kerja," kenang Sugeng.
Sugeng juga mengatakan anak sulungnya itu belum punya rencana untuk menikah. Bila ditanya soal menikah, ia hanya menjawab masih lama. Pacar Sulis, Ajeng, sampai sekarang tidak bisa dihubungi untuk dikabari kematian Sulis. Dikirimi SMS pun belum dibalas.
"Ketika dihubungi saudara pacarnya, cuma bisa menjawab Ajeng lagi pendidikan, nggak bisa diganggu," kata sdik Sulis, Dini Aprilia (20).
Dini mengenang kakaknya sebagai sosok yang membanggakan dan sayang pada keluarga. "Suka buat surprise dan baru-baru ini dia meminta ibu untuk mempersiapkan perlengkapannya untuk menghadiri sebuah undangan yang tinggal satu hari lagi, padahal sebelumnya tidak pernah begitu," tutur Dini.
(nwk/iy)











































