Isu Perpecahan Kabinet Perlu Ditelusuri

Isu Perpecahan Kabinet Perlu Ditelusuri

- detikNews
Jumat, 11 Des 2009 10:47 WIB
Isu Perpecahan Kabinet Perlu Ditelusuri
Jakarta - Beredarnya isu perpecahan di tubuh kabinet patut untuk ditelusuri lebih lanjut. Jika benar, maka hal itu semakin menegaskan ada sesuatu yang terjadi yang berhubungan dengan kasus Bank Century.

"Saya kira itu perkembagan menarik, tapi bukan mensyukuri. Itu indikasi ada sesuatu hal yang patut ditelusuri, jika benar berarti ada kegoyahan dalam kabinet yang menunjukkan harus ditelusuri terkait penegakan hukum," ujar Direktur Reform Institute Yudi Latief pada detikcom, Jumat (11/10/2009).

Adanya perpecahan, lanjut Yudi, menunjukkan sikap kabinet tidak solid dan hal itu menunjukkan ada sesuatu yang memang terjadi pada kasus Century. "Berarti dalam kabinet itu ada yang salah sehingga memberi keraguan bagi beberapa menteri untuk mendukung. Keraguan itu muncul karena (merasa) salah kalau mendukung ajakan untuk menjadi bagian kehancuran," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbeda dengan Yudi, Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari meragukan adanya perpecahan di tubuh kabinet karena menurutnya tidak ada menteri yang mendukung Boediono dan Sri Mulyani. "Kalau memang pecah, siapa yang mendukung Boediono dan Sri Mulyani?" tanyanya.

Saat ini di Kebinat Indonesia Bersatu II hanya ada menteri dari parpol dan non parpol. "Dari kalangan parpol, para menteri pasti ikut keputusan parpolnya mendukung hak angket Bank Century. Sementara yang non parpol itu pasti hanya memberikan loyalitasnya ke SBY," jelasnya.

Menurut Qodari, isu tersebut telalu spekulatif.Β  Sebab, gaya Boediono jelas berbeda dengan Jusuf Kalla (JK).

Β "Itu gosip terlalu spekulatif. Kalau JK jelas proaktif dan orang partai hingga memiliki gerbong. Tapi Boediono tidak punya gerbong. Boediono dan Sri Mulyani tidak punya partai. Jadi siapa yang mau dukung? Partai mana yang mau dukung?" ujarnya.
(amd/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads