"Sudah nggak bisa dipakai lagi. Daripada dibuang mendingan dijual saja sekaligus dibersihkan dan dapat uangnya," ujar Rusdi, warga RT 2 RW 8, Kelurahan Jembatan Besi Tambora, Jakarta Barat, Jumat (11/12/2009).
Puluhan pemulung besi memasuki rumah-rumah korban kebakaran. Memang di sekitar lokasi kebakaran banyak tempat pemulung besi. Pemulung besi mengkais-kais puing bekas kebakaran.
Menurut Rusdi, para pemulung membeli puing-puing sisa kebakaran per borongan bukan per kg. Setelah mengobok-obok isi rumah korban, pemulung akan menghitung hasil yang didapatnya. Barulah pemulung menyebutkan berapa nilai puing-puing tersebut.
"Saya nggak tahu berapa. Kalau sudah selesai nanti ditaksir berapa harganya tapi bukan per kilo. Ini borongan," jelasnya.
Sementara itu pemulung besi, Ahmad mengaku mereka membeli puing kebakaran sekitar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per rumah. "Kita nggak bawa timbangan. Kita kasih tahu harganya kalau setuju kita kasih uangnya," tandasnya.
(gus/iy)











































