Adu mulut tersebut bermula ketika massa bersiap menggelar renungan suci. Namun polisi lalu lintas melarangnya karena aksi tersebut memakan badan jalan hingga dikhawatirkan menambah kemacetan lalu lintas pada jam pulang kantor yang dampaknya bisaΒ terasa hingga Jl Sudirman dan Jl Thamrin.
Tapi tentu saja tidak serta merta menurutinya dan bersikeras tetap hendak menggelar rangkaian aksi renungan malam di badan jalan. Adu mulut antara polisi lalu lintas yang bertugas di Bundarah HI dengan koordinator massa pun tidak terhindarkan
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Massa akhirnya menggelar aksi di bibir kolam Bundaran HI dan mempersingkat durasinya. Di bawa penerangan sinar obor, mereka menampilkan berbagai aksi teatrikal yang mengisahkan berbagai kasus pelanggaran HAM di Indonesia.
Sementara puluhan orang lainnya membagi-bagikan selebaran dan poster bergambar aktivis HAM Munir kepada pengguna jalan yang melintas di Bundaran HI. Beberapa di antara mereka menyampaikan orasinya.
"Pemerintah harus segera mengusut pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia. Pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia masih sangat banyak, " ujar M Isnur salah satu aktivis LBH Jakarta.
Sebelumnya, dalam aksi tersebut dimeriahkan juga oleh para waria dari LSM Arus Pelangi. Istri Munir, Suciwati tampak di antara 300-an orang peserta renungan malam peringatan Hari HAM.
(mad/lh)











































