"Sikap kita sangat jelas soal kerja pansus. Kita tidak akan main-main, kita sudah meminta Idrus Marham untuk bekerja secara profesional dan proporsional," kata Setyo kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/12/2009).
Bendahara Umum Partai Golkar ini menyayangkan sikap reaktif dan berlebihan Sri Mulyani yang menuding Aburizal Bakrie dibalik semua upaya pembentukan pansus skandal Century. Seharusnya Ani, panggilan Sri Mulyani, tenang saja jika memang tidak merasa ada yang salah dalam proses bailout Bank Century sebesar Rp 6,7 Triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan adanya kasus ini, Setyo meminta pansus angket skandal Bank Century segera menjadwalkan orang-orang yang akan dimintai keterangan dalam rangka mengungkap dan mengusut kasus ini sampai tuntas. Langkah cepat pansus sangat dibutuhkan guna menjamin keyakinan publik bahwa pansus bekerja profesional.
"Kita meminta pada Idrus untuk segera mengundang pihak-pihak terkait. Khususnya Ibu Ani. Ada hal-hal yang perlu diklarifikasi pada tanggal 21, 22 dan 23 (November) tentang pertemuan itu. Termasuk mengenai notulensi rapat malam itu," pinta Setyo.
"Kita harapkan Bu Ani bisa terbuka dan mau menyerahkan semua hasil notulensi rapat pada tanggal tersebut, sehingga apa yang dibicarakan dalam rapat menjadi clear," imbuhnya.
FPG menyerahkan sepenuhnya kepada pansus angket Century untuk mekanisme dan sidang-sidang yang akan dilakukan dalam pemanggilan orang-orang yang diduga mengerti mengenai skandal ini. Setyo kembali menjamin bahwa ketua umumnya Ical, tidak seperti yang disangkakan oleh Sri Mulyani.
"Semuanya kita serahkan kepada pansus, karena hak angket ini kan hak investigasi, menanyakan sekecil-kecilnya pada pihak terkait supaya clear," tegas Setyo.
"Kalau ketua umum saya, saya yakin tidak pernah berpikiran sejauh yang disampaikan Bu Ani. Tapi biarkan mekanisme hukum dan pansus yang menjawab semua ini. Kita tunggu saja hasilnya nanti," pungkasnya.
(yid/lh)











































