"Aset negara yang kita selamatkan lebih banyak dibanding sebelumnya," kata Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri usai memimpin upacara di Lapangan Bhayangkara, Kompleks Akpol Semarang, Jl. Sultan Agung, Kamis (10/12/2009).
BHD, panggilan akrab kapolri, mengaku tak tahu detail data penanganan korupsi yang dilakukan jajaranya. Namun ia mengakui jumlah kasus yang ditangani selama tiga tahun terakhir, turun.
"Kami tidak memikirkan jumlah kasusnya, tapi aset negara yang berhasil diselamatkan," jelasnya.
BHD memastikan, kepolisian akan terus berbenah. Salah satunya mengubah pola pendidikan di Akpol. Lulusan SMU dan sarjana tak lagi digabung.
"Ke depan, Akpol diisi lulusan SMU, sedangkan lulusan sarjana di tempatkan di PPSN (Pendidikan Perwira Sumber Sastra)," ungkapnya.
Selain Akpol, lembaga pendidikan Polri lainnya juga dibenahi. Pasalnya, SDM memegang peranan penting. "Harapannya,kinerja polisi kian baik," pungkasnya.
(try/djo)











































