Pameran seni yang digelar di Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Jl Sriwedani, itu akan berlangsung selama satu bulan, yakni 10 Desember 2009 hingga 10 Januari 2010. JK hadir seusai menghadiri acara di kampus Universitas Islam Indonesia (UII) dan seminar di Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM).
JK ditemani oleh Ferry Mursidan Baldan tiba di TBY sekitar pukul 14.00 WIB, Kamis (10/12/2009). Di tempat itu dia langsung di sambut 'SBY' alias Si Butet Yogya yang menjadi ketua panitia pameran akbar senirupa dua tahunan sekali itu.
Saat bertemu, JK dan Butet langsung bersalaman dan berpelukan. Mereka pun sempat guyon karena yang menyambut adalah 'presiden'. Saat itu Butet mengenakan kaos putih bergambarkan 'Presiden Guyonan' dari buku kumpulan tulisannya.
Keduanya kemudian berfoto di depan gambar wayang ukuran besar milik salah satu peserta pameran. Butet juga memperkenalkan beberapa orang rekannya yang terlibat kegiatan itu.
Setelah beristirahat dan duduk sejenak, JK kemudian dibuatkan sebuah sketsa wajahnya oleh dua orang seniman, Bambang Heras dan tokoh mural Yogya, Samuel Indratna. Sambil bersendau gurau dan berbincang santai, sketsa wajah JK dibuat oleh kedua seniman itu. Tidak sampai 30 menit sketsa selesai.
"Saya di rumah juga punya koleksi lukisan lumayan banyak. Kebanyakan diberi," kata JK.
Butet yang duduk di samping langsung menimpali dengan menanyakan apakah lukisan miliknya itu asli atau bodong (palsu). "Awas lho, Pak, kalau dikasih itu atau milik para pejabat itu biasanya ada yang bodong," seloroh Butet.
"Memang ada yang bodong," jawab Kalla sambil tersenyum.
JK juga mengaku sangat terkesan dengan kehidupan para seniman Yogyakarta dalam berkreasi. Dia juga terkesan dengan gaya guyonan yang halus tapi mengenai.
"Halus tapi setelah satu menit terasa mengena," katanya.
Setelah itu, JK bersama Butet dan Kepala TBY, Dian Anggraeni, meninjau dalam gedung tempat pameran. Di kesempatan itu JK sempat berbincang-bincang dengan beberapa seniman yang tengah bekerja.
(bgs/djo)










































